5 Panduan Untuk Anda Sebelum Akan memutuskan Beli Lensa Skip to main content

5 Panduan Untuk Anda Sebelum Akan memutuskan Beli Lensa

Seseorang photografer atau bahkan juga orang yang baru belajar tentang photografi, tentulah paling tidak miliki kemauan untuk mempunyai satu type lensa penambahan untuk paling tidak lengkapi lensa yang ia miliki sekarang ini.

Yup serta seperti biasa bila kemauan itu dituruti jadi minimum korbannya ialah rekening tabungan atau justru tagihan kartu credit yang menumpuk wah…

Oleh karenanya sebelum anda pusing dengan tagihan-tagihan debt collector sebab kepincut lensa yang dimiliki rekan, silahkan baca beberapa panduan sebelum anda beli lensa tersebut.    1. Tahu biaya anda     Nampaknya ini memang tetap jadi hal yang pertama setiap kali kita akan berencana semua hal mengenai pembelian atau seperti itu.    Pasti bukanlah tanpa ada fakta kenapa biaya tetap jadi yang pertama dalam rencana pembelian, dengan tahu serta memastikan berapakah besar biaya yang kita punya jadi kita dapat memutuskan batasan sampai di kisaran harga manakah lensa yang dapat kita beli.    Dengan demikian semua lensa yang harga nya tidak masuk dalam biaya yang kita anggarkan dengan selekasnya dapat kita singkirkan dari daftar lensa yang ingin kita beli.    Belajarlah untuk tegas dalam soal ini, bila dianggarkan 5 juta rupiah, semua lensa di harga diatas 5 juta mesti anda singkirkan dari daftar anda, terkecuali anda ingin bersabar untuk menabung contohnya.    Janganlah anda menggunakan post biaya yang lainnya untuk memaksakan biaya yang tidak memenuhi ini, contohnya berbelanja keperluan rumah tangga diambil buat beli lensa wah bisa-bisa disemprot isteri buat yang telah


Oleh karenanya sebelum anda pusing dengan tagihan-tagihan debt collector sebab kepincut lensa yang dimiliki rekan, silahkan baca beberapa panduan sebelum anda beli lensa tersebut.

1. Tahu biaya anda 

Nampaknya ini memang tetap jadi hal yang pertama setiap kali kita akan berencana semua hal mengenai pembelian atau seperti itu.

Pasti bukanlah tanpa ada fakta kenapa biaya tetap jadi yang pertama dalam rencana pembelian, dengan tahu serta memastikan berapakah besar biaya yang kita punya jadi kita dapat memutuskan batasan sampai di kisaran harga manakah lensa yang dapat kita beli.

Dengan demikian semua lensa yang harga nya tidak masuk dalam biaya yang kita anggarkan dengan selekasnya dapat kita singkirkan dari daftar lensa yang ingin kita beli.

Belajarlah untuk tegas dalam soal ini, bila dianggarkan 5 juta rupiah, semua lensa di harga diatas 5 juta mesti anda singkirkan dari daftar anda, terkecuali anda ingin bersabar untuk menabung contohnya.

Janganlah anda menggunakan post biaya yang lainnya untuk memaksakan biaya yang tidak memenuhi ini, contohnya berbelanja keperluan rumah tangga diambil buat beli lensa wah bisa-bisa disemprot isteri buat yang telah menikah hahaha.

Janganlah lupa untuk tanyakan dengan pasangan anda pasti bila anda telah berkeluarga spesial untuk biaya yang anda targetkan.

2. Tahu spirit anda 

Bila spirit anda pada photografi ialah memphoto landscape pasti jadi tanda pertanyaan jika anda beli lensa makro, yah terkecuali spirit anda gado-gado atau tidak detil.

Memang tidak ada yang melarang kita untuk tekuni semua jenis photografi tetapi dengan fokus pada satu jenis photografi serta menguasainya, akan membuat anda paling tidak dapat detil dalam pilih lensa yang ingin anda beli.

Bila spirit anda ialah photo mode silahkan untuk lihat lensa-lensa yang mempunyai focal length yang sesuai dengan untuk memphoto mode misalnya lensa 85mm atau 135mm, bila memakai camera dengan ukuran sensor APSC anda dapat coba lensa 50mm yang populer murah tetapi berkualitas.


Bila anda suka pada landscape, jadi beberapa pilihan lensa lebar yang dapat anda coba. Dari mulai yang ultra wide sampai yang cukup lebarnya.

Semakin lebih gampang bila spirit photografi anda semakin khusus seperti yang suka photo makro, sebab pasti pilihan lensa makrolah sebagai tujuan anda.

Namun saja ada banyak hal yang perlu diperhitungkan, seperti panjang fokal, aperture serta bukaan, pasti itu sedikit akan meningkatkan pusing hehe.

Bavca Juga :: Apa Fungsi Shutter Speed dan Apa Kegunanya pada Camera

3. Berapa perlu anda akan lensa itu 

Ini yang seringkali jadi perangkap buat kita waktu akan beli lensa.

Ada orang yang beli lensa sebab keperluan mendadak saja, contohnya ia mesti memphoto satu laga berolahraga dalam rencana memperingati kemerdekaan seperti sepakbola antar kelurahan, lalu ia memaksakan diri beli lensa tele 55-200.

Sesudah acara kemerdekaannya usai lensa itu juga usai waktu pemakaiannya alias umumnya cuma bersarang di tas camera.

Balik lagi ke pertanyaan barusan, apa anda betul-betul perlu lensa itu atau mungkin hanya sesaat saja serta sesudah itu disimpan? Bila memang tidak begitu perlu lebih arif bila kita menundanya pasti.

4. Lensa APSC atau Full Frame 

Kelihatannya ini bahasan yang lepas dari seri Kenal Type serta Manfaat Lensa Dalam Photografi tempo hari, hehe tidak kenapa. Tentang dua type lensa ini banyak diulas di forum-forum photografer.

Jadi sama dengan camera yang terdiri berdasar pada ukuran sensornya yakni full frame serta APSC, jadi lensa sama sebab ikuti besaran sensor barusan.

Kenapa demikian? Pihak pabrikan lensa membuat dua jenis lensa sesuai dengan ukuran sensor, lensa untuk sensor full frame diameter lensanya atau sederhananya ukuran bulatan lensanya semakin besar supaya dapat mengcover ukuran sensor full frame.

Sebaliknya lensa untuk sensor APSC lebih kecil dari lensa full frame barusan, pasti sebab sensor APSC lebih kecil dari full frame.

Dengan membuat lensa spesial APSC jadi ukuran serta diameter lensa juga bertambah kecil hingga automatis biaya produksi lensa dapat didesak yang tentu saja membuat lensa ini dapat di jual tambah murah harga nya.

Kenapa kita butuh tahu ini sebelum beli lensa? Sebab lensa yang tidak sesuai camera kemungkinan tidak optimal manfaatnya atau justru tidak dapat dipakai.

Untuk Canon pembagian ke-2 type lensa ini disaksikan dari kode nama lensa itu, Untuk lensa EF berarti itu ialah lensa full frame misalnya Canon EF 24-70mm f/4 L IS, sedang untuk kode lensa EF S itu untuk camera APSC misalnya Canon EF S 18-135mm f/3.5-5.6 IS.

Untuk Canon lensa seri EF-S tidak dapat anda pakai di camera full frame seperti Canon 6D, Canon 5D atau 1D, sebaliknya lensa seri EF dapat anda pakai untuk semua type camera Canon baik full frame ataupun APSC sebab ukurannya meliputi semua sensor barusan.

Untuk pabrikan Nikon, lensa untuk APSC dikasih kode DX misalnya 35mm f/1.8 G AF-S DX , sedang untuk lensa full frame kodenya ialah FX tetapi umumnya tidak diikutkan dalam nama lensanya, jadi jika lensa Nikon tidak ada kode DX dapat diyakinkan itu adalah lensa full frame, misalnya AFS 50mm f/1.8 G.

Berlainan dengan Canon yang lensa EF-S tidak dapat digunakan benar-benar di camera full framenya, Nikon masih tetap membolehkan lensanya digunakan di camera FX tetapi hasil fotonya akan dicrop jadi seukuran lensa DX itu.

Saat ini apa yang butuh kita pikirkan dari info barusan? Bila kalau anda punya niat untuk mengupgrade camera anda ke full frame di waktu mendatang, jadi silahkan untuk berinvestasi di lensa-lensa full frame walau tidak optimal dipakai di camera APSC (sisi tepi lensa berlebihan sebab anda cuma memakai sisi tengah lensa saja, disebabkan ukuran sensor yang kecil).

Tetapi bila anda tidak punya niat upgrade camera, silahkan pilih lensa APSC yang tentu saja lebih dapat dijangkau harga nya.

Baca Juga :: Mendalami Aperture Saat Memphoto dan Apa Efeknya Dalam Photo Anda


5. Lensa pabrikan camera atau lensa third party 

Waktu anda ingin beli lensa baru, anda pun mesti akan memutuskan untuk beli lensa produksi pabrikan camera (satu merk dengan camera anda) atau beli lensa pihak ke-3 (third party).

Apa perbedaannya? Hal yang penting tentu saja ialah harga, hadirnya lensa dari pihak ke-3 seperti Sigma, Tokina, Tamron tidak lainnya ialah lihat sela pasar dalam penjualan lensa sesuai dengan pabrikan camera, yang memang terkadang harga nya tidak manusiawi hehehe.

Dalam rentang panjang fokal yang serupa, lensa third party di tawarkan di harga yang tambah murah dari pihak pabrikan camera.

Tetapi tentunya ada beberapa hal sebagai resiko waktu anda beli lensa third party.

Issue penting ialah permasalahan kualitas, umumnya lensa third party quality controlnya tidak seketat lensa dari pihak pabrikan camera, tetapi belakangan ini banyak ulasan dari blog-blog terkenal yang memberikan jika kualitas lensa third party cukup sudah baik bahkan juga dapat menyamakan lensa pabrikan.

Pertimbangan selanjutnya ialah build quality lensa dalam soal ini material yang dipakai, fitur-fitur yang ada umumnya masih tetap kalah dari lensa produksi pabrikan camera.

Demikian 5 panduan yang dapat anda lihat sebelum anda akan memutuskan untuk beli lensa baru, bila anda rasakan artikel ini berguna silahkan dishare pada rekan-rekan anda melalui tombol sharing dibawah posting ini.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar