Rupiah Tembus Rp 14.900 per Dolar, Harga Barang-Barang Berikut ini Bisa Jadi Ikut Naik Skip to main content

Rupiah Tembus Rp 14.900 per Dolar, Harga Barang-Barang Berikut ini Bisa Jadi Ikut Naik

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) bergerak melemah pada perdagangan di awal pekan ini. Selain rupiah, nilai tukar mata uang lain di Asia juga mengalami tekanan.

Selasa 4 September 2018, rupiah dibuka di angka 14.911 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan pada Jumat lalu yang ada di angka 14.711 per dolar AS.
Rupiah Tembus Rp 14.900 per Dolar, Harga Barang-Barang Berikut ini Bisa Jadi Ikut Naik
“Nilai tukar rupiah bergerak mendatar pada sesi awal perdagangan, karena pelaku pasar mengantisipasi sentimen yang akan muncul, seperti data inflasi domestik pada periode Agustus,” kata Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada, seperti dikutip dari Antara.

Pelemahan kurs rupiah ini menurut Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan, mau gak mau berdampak pada kenaikan harga barang atau jasa.

Barang elektronik

Salah satu barang yang langsung mengalami kenaikan ialah elektronika. Pasalnya, selain mematok harga dengan dolar US$, sistem produk elektronika relatif singkat. Itu menyebabkan barang yang dibeli pedagang memakai kurs terbaru, sehingga sangat cepat menyesuaikan kenaikan harga.

Menurutnya, produk-produk elektronika seperti komputer atau laptop, monitor, hardisk, telefon seluler (ponsel) merupakan item yang langsung menyesuaikan harga. Kenaikan harga barang-barang tersebut mengikuti pergerakan rupiah terhadap dolar US$.

“Bahkan harga produk elektronika setiap hari bisa berubah, komputer dan monitor dipatok harganya dalam dolar, jadi tinggal dikalikan saja kalau ada perubahan kurs,” katanya seperti dikutip dari detikFinance.

Tours and travel

Tidak hanya barang-barang elektronik, produk jasa di mal seperti perusahaan agen perjalanan khususnya untuk paket-paket perjalanan ke luar negeri juga langsung kena dampak kenaikan biaya.

Pasalnya, para agen perjalanan selalu mematok biaya dengan dolar. Bila dolar menguat, efeknya langsung pada harga paket perjalanan yang di dalamnya ada biaya pesawat, hotel, dan lainnya.

“Agen perjalanan juga naik, karena pakai US dolar, itu langsung naik,” ungkapnya.

Barang-barang branded

Meski begitu, harga produk-produk pakaian bermerek yang dijual di mal tidak langsung mengalami kenaikan harga saat rupiah melemah. Pasalnya, biasanya para pemilik gerai langsung membeli kurs dolar di awal tahun yang masih di bawah Rp 14.900/US$.

“Untuk barang bermerek, mereka sudah beli sudah stok, nggak langsung berubah harganya. Tapi nanti kalau naiknya berkepanjangan, kalau sekarang belum,” jelasnya.

Para pemilik gerai pakaian bermerek tidak gegabah menaikkan harga karena terkait penjualan pakaian bermerek di Indonesia yang gak sebesar pakaian gak bermerek.

“Kalau pergantian musim, dekat-dekat Juni-Juli, model-model pakaian berubah. Begitu order baru terkena dolar yang tinggi, tentu akan naik. Sekarang ini dari barang yang dibeli awal tahun,” tandasnya.

Selain itu, sewa tenant di mal juga tidak mengalami kenaikan. Soalnya, sudah memakai kontrak dalam lima tahun dengan kurs tetap. Kecuali, di bulan ini sewa tenant kamu harus diperpanjang, berarti kudu menyesuaikan dengan kenaikan dolar.

Jadi, ada bayangan kan mau memenuhi list barang-barang yang mengalami kenaikan harga atau tidak akibat kenaikan dolar ini.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar